Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Sholat Mayyit

     Sholat atas mayyit pertama kali disyariatkan di Madinah asy Syarifah pada tahun yang pertama dari hijrah Nabi Muhammad Saw. Diwaktu itu Nabi Muhammad Saw melaksanakan sholat Janazah di atas kuburannya Barro bin Marur, dan shohabat Nabi yang meninggal di Makkah Musyarrofah sebelum Hijroh Nabi ke Madinah dikubur tanpa disholati termasuk Istri Nabi sendiri yaitu Siti Khodijah.      Sholat Mayyit hukumnya fardhu kifayah selain mayyit yang mati syahid dan bayi yang meninggal keguguran. Untuk bayi keguguran yang sebelum meninggal masih diketahui hidupnya, maka hukumnya tetap fardhu kifayah.      Hal-hal yang berkaitan dengan mensholati mayyit yang perlu diperhatikan meliputi: syarat, rukun, teknis pelaksanaan, serta hal-hal yang disunnahkan ketika mensholati mayyit.      Mayyit telah selesai dimandikan dan suci dari najis baik tubuh, kafan atau tempatnya. apabila setelah dimandikan dan belum disholati keluar najis dari tubuh may...

Darmo gandul

  ‎Serat Darmogandul adalah karya sastra Jawa Baru berbentuk puisi tembang macapat yang menceritakan runtuhnya kerajaan Majapahit akibat serangan Demak yang dibantu oleh Wali Songo. Karya ini juga dikenal karena pandangannya yang kontroversial mengenai masuknya Islam ke Jawa.  ‎Berikut beberapa poin penting mengenai Serat Darmogandul: ‎ Tema Utama: Serat ini mengisahkan jatuhnya Majapahit, peralihan keyakinan Prabu Brawijaya dari Buddha ke Islam, dan pandangan yang mengkritik proses islamisasi di Jawa.  Isi Kontroversial: Serat Darmogandul berisi pandangan yang meragukan dan mengkritik ajaran Islam, bahkan mengklaim bahwa hukum Al-Qur'an sudah tidak berlaku dan digantikan oleh hukum Kristen.  Citra Wali Songo: Beberapa tokoh Wali Songo yang dihormati dalam penyebaran Islam di Jawa, digambarkan dalam serat ini sebagai tokoh yang serakah dan haus kekuasaan.  Tujuan Penulisan: Serat Darmogandul diduga ditulis dengan tujuan untuk memojokkan ajaran Islam da...

Syarat Syarat Wudlu

‎      ‎Syarat wudhu adalah ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi agar wudhu sah dan diterima. Syarat-syarat ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi orang yang berwudhu, air yang digunakan, hingga tata cara pelaksanaannya.  ‎Berikut adalah syarat-syarat wudhu secara umum: ‎شُرُوْطُ الْوُضُوْءِ عَشَرَةٌ: الإِسْلاَمُ. التَّمْيِيْزُ. النَّقَاءُ عَنِ الْحَيْضِ، والنِّفَاسِ. عَمَّا يَمْنَعُ وُصُوْلَ الْمَاءِ إِلَى الْبَشَرَةِ. أَنْ لاَ يَكُوْنَ عَلَى الْعُضْوِ مَا يُغَيِّرُ الْمَاءَ. الْعِلَمُ بِفَرْضِيَّتِهِ. أَنْ لاَ يَعْتَقِدَ فَرْضَاً مِنْ فَرُوْضِهِ سُنَّةً. الْمَاءُ الطَّهُوْرُ. دُخُوْلُ الْوَقْتِ وَالْمُوَالاَةُ لِدَائِمِ الْحَدَثِ ‎Islam: Beragama Islam adalah syarat sahnya semua ibadah, termasuk wudhu. Berakal: Orang yang berakal sehat (tidak gila) diwajibkan untuk berwudhu. Baligh: Wudhu diwajibkan bagi yang sudah baligh (dewasa). Suci dari hadas besar: Seseorang harus suci dari hadas besar (junub, haid, nifas) sebelu...