Langsung ke konten utama

Syarat Syarat Wudlu


    ‎Syarat wudhu adalah ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi agar wudhu sah dan diterima. Syarat-syarat ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi orang yang berwudhu, air yang digunakan, hingga tata cara pelaksanaannya. 

‎Berikut adalah syarat-syarat wudhu secara umum:

‎شُرُوْطُ الْوُضُوْءِ عَشَرَةٌ: الإِسْلاَمُ. التَّمْيِيْزُ. النَّقَاءُ عَنِ الْحَيْضِ، والنِّفَاسِ. عَمَّا يَمْنَعُ وُصُوْلَ الْمَاءِ إِلَى الْبَشَرَةِ. أَنْ لاَ يَكُوْنَ عَلَى الْعُضْوِ مَا يُغَيِّرُ الْمَاءَ. الْعِلَمُ بِفَرْضِيَّتِهِ. أَنْ لاَ يَعْتَقِدَ فَرْضَاً مِنْ فَرُوْضِهِ سُنَّةً. الْمَاءُ الطَّهُوْرُ. دُخُوْلُ الْوَقْتِ وَالْمُوَالاَةُ لِدَائِمِ الْحَدَثِ

  1. ‎Islam: Beragama Islam adalah syarat sahnya semua ibadah, termasuk wudhu.
  2. Berakal: Orang yang berakal sehat (tidak gila) diwajibkan untuk berwudhu.
  3. Baligh: Wudhu diwajibkan bagi yang sudah baligh (dewasa).
  4. Suci dari hadas besar: Seseorang harus suci dari hadas besar (junub, haid, nifas) sebelum berwudhu. 
  5. Suci dari najis: Anggota tubuh yang akan dibasuh harus suci dari najis. 
  6. Air suci dan mensucikan: Air yang digunakan untuk berwudhu harus suci dan dapat mensucikan, bukan air musta'mal (bekas dipakai wudhu) atau air yang terkena najis. 
  7. Tidak ada penghalang air sampai ke kulit: Tidak ada benda yang menghalangi air mencapai kulit, seperti cat, lilin, atau perban tebal. 
  8. Mengetahui cara wudhu: Seseorang harus mengetahui tata cara wudhu yang benar. 
  9. Niat: Niat wudhu dilakukan pada saat membasuh wajah. 
  10. Tertib: Wudhu harus dilakukan secara berurutan sesuai dengan urutan yang telah ditetapkan. 

Rukun wudhu (yang wajib dilakukan)

 

‎فُرُوْضُ الْوُضُوْءِ سِتَّةٌ: الأَوَّلُ: النِّيَّةُ. الثَّانِيْ:غَسْلُ الْوَجْهِ. الثَّالِثُ: غَسْلُ الْيَدَيْنِ مَعَ الْمِدَيْنِ مَعَ الْمِرْفَقَيْنِ. الرَّابعُ: مَسْحُ شَيْءٍ مِنَ الرَّأْسِ. الْخَامِسُ: غَسْلُ الرِّجْلَيْنِ مَعَ الْكَعْبَيْنِ. السَّادِسُ: التَّرْتِيْبُ.

  1. Niat
  2. Membasuh wajah
  3. Membasuh kedua tangan hingga siku .
  4. Mengusap sebagian kepala .
  5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki .
  6. Tertib: (berurutan). 

‎Hal-hal yang membatalkan wudhu: 


  1. ‎Keluar sesuatu dari kemaluan atau dubur (kencing, buang air besar, kentut, dll.).
  2. Hilangnya akal (tidur nyenyak, pingsan, mabuk, dll.).
  3. Bersentuhan dengan lawan jenis tanpa penghalang.
  4. Murtad (keluar dari agama Islam). 

Memahami syarat dan rukun wudhu dengan benar adalah penting agar ibadah wudhu kita sah dan diterima, serta dapat digunakan untuk melaksanakan sholat dan ibadah lainnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebingungan umat akhir zaman

 Menjalankan syariat sekarang semakin sulit hal ini terjadi dikarenakan banyak sekali tokoh-tokoh agama yang tidak dibekali oleh keilmuan yang kredibel sehingga menyebabkan para umat seringkali mendapatkan informasi tentang agama salah.  Karena banyaknya fenomena seperti ini, hal ini menjadi tantangan untuk kita semua agar kedepannya untuk lebih bijak dan selektif dalam memilih seorang guru spiritual. 

Sholat Mayyit

     Sholat atas mayyit pertama kali disyariatkan di Madinah asy Syarifah pada tahun yang pertama dari hijrah Nabi Muhammad Saw. Diwaktu itu Nabi Muhammad Saw melaksanakan sholat Janazah di atas kuburannya Barro bin Marur, dan shohabat Nabi yang meninggal di Makkah Musyarrofah sebelum Hijroh Nabi ke Madinah dikubur tanpa disholati termasuk Istri Nabi sendiri yaitu Siti Khodijah.      Sholat Mayyit hukumnya fardhu kifayah selain mayyit yang mati syahid dan bayi yang meninggal keguguran. Untuk bayi keguguran yang sebelum meninggal masih diketahui hidupnya, maka hukumnya tetap fardhu kifayah.      Hal-hal yang berkaitan dengan mensholati mayyit yang perlu diperhatikan meliputi: syarat, rukun, teknis pelaksanaan, serta hal-hal yang disunnahkan ketika mensholati mayyit.      Mayyit telah selesai dimandikan dan suci dari najis baik tubuh, kafan atau tempatnya. apabila setelah dimandikan dan belum disholati keluar najis dari tubuh may...